Katerina Thoidou adalah anggota Partai Buruh Sosialis Yunani (SEK), dan jurnalis dengan korannya, Solidaritas Buruh. Ia baru-baru ini berbicara di konferensi Solidarity Australia, Keep Left, tentang krisis ekonomi dan perjuangan buruh di Yunani.

Saya membawa salam militan dari gerakan kelas buruh di Yunani. Musim panas ini adalah yang paling panas selama berdekade di Yunani, bukan karena cuaca panas, tetapi karena tingkat perlawanan yang tinggi – mogok, pendudukan dan demonstrasi.

Sekarang, di Yunani, akibat krisis ekonomi dan kebijakan pengetatan pemerintah, ada 1,5 juta orang pengangguran, dari total penduduk yang hanya berjumlah 11,4 juta. Angka pengangguran meningkat hingga 27 persen; untuk kaum muda itu 60 persen. Bagi perempuan muda lebih tinggi lagi. Angka bunuh diri naik 25 persen sejak program pengetatan dimulai, dengan semakin bertumbuhnya keputusasaan karena hilangnya pekerjaan. Banyak anak jatuh pingsan di sekolah karena tidak makan sama sekali sepanjang hari. Perkiraan terakhir bahwa ekonomi Yunani akan menurun lagi pada 2014.

Ribuan orang tidak bisa membeli listrik atau air. Bahkan untuk orang yang punya pekerjaan sulit membayar semua pajak baru. Ada buruh dalam sektor swasta yang belum dibayar setelah empat atau lima bulan.

Walaupun demikian, rakyat tidak kehilangan kepercayaan diri dan mereka tetap melawan. Selama tiga tahun terakhir, 27 pemogokan umum sudah terjadi, meskipun pemimpin-pemimpin serikat buruh menentangnya. Pemimpin serikat buruh dipaksa mendukung mogok karena desakan anggotanya. Gerakan ini berhasil menunda dan bahkan menghentikan banyak serangan seperti PHK, penutupan rumah sakit, dan privatisasi.

Sejak 11 Juni Televisi Umum Yunani (ERT) diduduki dan disiarkan oleh buruh. Pada 17 Juli terjadi pemogokan umum lagi.

Dengan munculnya krisis ekonomi global, perjuangan massa oleh buruh di Yunani berhasil meruntuhkan enam pemerintahan sejak 2009. Dalam pemogokan umum terakhir pada 17 Juli, semboyan sentral adalah “pecat mereka sebelum mereka pecat kami.”

Sekarang perjuangan buruh televisi umum sudah memberi semangat kepada ribuan buruh lainnya yang bilang “lakukan seperti di ERT.”

Banyak sekolah sudah menjadi “pusat perjuangan” di mana guru, orang tua, dan buruh lainnya mengadakan demonstrasi lokal dan sedang mempersiapkan diri untuk mogok tak terbatas pada 16 September. Guru di Thessaloniki berunjuk rasa pada 5 Agustus dan membakar surat yang mengumumkan pemecatannya.

Pemerintah sudah mengajukan undang-undang kejam yang akan memecat 12.500 pegawai pemerintah sampai akhir September. Ditambah 2.200 pegawai sekolah, 3.500 pekerja pemerintahan kota, 2.000 guru pendidikan teknis, petugas kebersihan sekolah, perawat, dokter, dan pegawai negeri akan dipecat hingga akhir tahun. Menteri Kesehatan mengumumkan bahwa 10 rumah sakit akan ditutup dalam beberapa bulan yang akan mendatang. Namun, dua rumah sakit yang sudah diperintahkan untuk ditutup, sekarang dibuka dan dijalankan oleh pegawai-pegawai tanpa para majikan.

Mayoritas kuat dalam kelas buruh sudah menyadari bahwa kalau kami tidak membubarkan pemerintah ini, tidak ada masa depan untuk kelas buruh atau anaknya.

Pada awal Juni, Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras merasa cukup kuat untuk mengumumkan ditutupnya televisi nasional (ERT) dan pemecatan terhadap 2.600 buruhnya. Pada malam yang sama, pemerintah memutus televisi nasional.

Namun, beberapa jam sebelum pengumuman resmi, para jurnalis mengadakan pertemuan yang memilih untuk menduduki gedung pusat di Athena dan semua gedung ERT lainnya di seluruh Yunani. Semua buruh ERT mendukung usulan jurnalis untuk menduduki stasiun televise ERT.

Para majikan meninggalkan gedung dan buruh berhenti menyiarkan propaganda pemerintah. Mereka membuat acara mereka sendiri dan mendesak rakyat Yunani untuk mendukung mereka.

Hari ini, 11 Juni, adalah hari bersejarah. Gedung di pusat Athena dikelilingi 10.000 orang yang berjaga semalam suntuk untuk melindungi dan mendukung buruh. Hal yang sama terjadi di kota-kota lain seluruh Yunani. Aksi-aksi ini disiarkan di televisi, internet dan frekwensi lainnya. Ribuan orang datang setiap hari untuk mendukung pendudukan. Ratusan pemusik melakukan konser di gedung utama ERT. Dua hari setelah diumumkan penutupan tersebut, serikat-serikat mengadakan mogok umum dan demonstrasi di luar gedung pusat. Ada sekian banyak orang sehingga semua jalan di luar gedung ERT tertutup.

ERT sudah memberikan suara untuk semua buruh. Buruh di KATSELIS (pabrik roti), buruh dari pabrik semen yang melawan penutupan pergi ke ERT dan berbicara dalam mikropon tentang perjuangan dan masalahnya. Jutaan orang menonton berita ini melalui ERT internet. Dalam terbitan terakhir majalah SEK ada wawancara dengan empat buruh ERT dan mereka bilang: “Ini hari yang terbaik dalam kehidupan saya.”

Buruh ERT melanjutkan perjuangannya meskipun pemerintah berjanji untuk mempekerjakan kembali 2.000 dari 2.700 buruh yang dipecat. Sekarang, Serikat Guru memutuskan untuk mulai mogok tak terbatas pada September saat sekolah buka kembali. Guru berbicara mengenai melakukan hal yang sama seperti buruh di ERT – mempertahankan sekolahnya dengan pendudukan dan mengajar anak-anak di bawah kekuasaan buruh. Ada tingkat kepercayaan diri yang tinggi bahwa buruh dapat menang dan meruntuhkan pemerintah juga.

Sekarang, kami pakai contoh ERT untuk mengangkat soal kekuasaan buruh dalam gerakan dan untuk membawa seluruh perjuangan dalam arah anti-kapitalis. Gerakan di Yunani dipengaruhi oleh krisis global dan oleh pemberontakan juga di Turki, Brazil dan Mesir yang membangkitkan semangat jutaan buruh dan kaum muda dimana-mana. Radikalisasi yang sangat besar sedang terjadi dalam kelas buruh.

Buruh di ERT bilang kepada majikannya dan pemerintah: “Berikan kami kunci dan pergilah!” Sekarang, kaum kiri anti-kapitalis mengatakan kepada pemerintah dan perusahaan: “Berikan kunci tatanan masyarakat kepada kaum buruh dan pergilah; buruh dapat hidup tanpa pengusaha.”

Melalui perjuangan-perjuangan ini, kami membangun gerakan melawan sistem kapitalisme itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here