Selama dua bulan terakhir Uni Eropa (EU) dan Bank Sentral Eropa (ECB) telah memberikan tekanan secara bertubi-tubi kepada pemerintah baru di Yunani yang dipimpin oleh Syriza. Mungkin lebih tepat disebut sebagai pemerasan.

Dengan “Memorandum Kesepakatan” yang ditandatangani oleh pemerintah konservatif sebelumnya, Yunani seharusnya menerima angsuran bantuan terakhir dari dua, senilai 7,2 miliar euro. Dana tersebut tidak akan dipakai untuk membayar upah buruh atau pensiun tetapi akan langsung lari ke para kreditur Yunani.

Dana Moneter Internasional (IMF) akan menerima 5,3 miliar euro sampai Juni dan ECB 6,7 miliar euro pada musim panas ini. Namun, para menteri keuangan dari “Eurogroup” sedang menolak untuk memberikan angsuran bantuan tersebut kepada pemerintah baru. Mereka menuntut Syriza meniadakan janji pemilu dan menyesuaikan programnya dengan berbagai pemotongan dan swastanisasi.

Di atas semuanya itu, ECB telah memaksakan larangan legal terhadap bank-bank Yunani dengan melarang mereka untuk membeli surat hutang dari Negara Yunani.

Hal tersebut berarti ECB sedang memaksa pemerintah Syriza menggunakan dana pelayanan kesehatan, pendidikan dan pemerintah daerah mereka untuk memenuhi pembayaran kepada IMF.

Apa dasar pemikiran untuk hal tersebut? Apakah karena ekonomi sedang dalam keadaan terpuruk dibandingkan tahun sebelumnya? Jawabannya tidak. Lembaga-lembaga Eropa sepakat dengan pemerintah bahwa ekonomi akan tumbuh sedikit pada tahun ini dan anggaran belanja akan mencapai surplus sebesar 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Apakah tekanan seperti ini akan membuat hutang Yunani berkelanjutan? Jawabannya lagi-lagi tidak. Tanpa pengurangan hutang, ekonomi Yunani harus menghasilkan surplus anggaran yang sangat tinggi untuk waktu yang lama, sehingga tidak ada orang yang percaya hal tersebut dapat dicapai dalam waktu dekat.

Perlawanan

Alasan untuk tekanan UE adalah politis. Perlawanan kaum buruh terhadap kebijakan penghematan (austerity) di Yunani sudah melemahkan kekuasaan pihak penguasa tradisional.

Partai Pasok yang sejenis Partai Buruh telah berada dalam pemerintahan lebih lama daripada semua partai lain sejak kejatuhan Junta pada tahun 1974. Sekarang partai Pasok mendapatkan suara hanya mendekati 3 persen yang dibutuhkan untuk masuk parlemen. Popularitas Partai Demokrasi Baru yang konservatif dengan 20 persen lebih di belakang Syriza.

Lembaga UE adalah penjaga sistem bagi kelas penguasa Yunani dan memastikan kaum kiri dijinakkan.

Pemimpin Syriza sudah menyesuaikan dirinya dengan hal ini. Syriza sudah menurunkan tuntutan bahkan untuk pembatalan sebagian hutang. Syriza menyatakan bahwa mempertahankan Yunani dalam zona euro adalah prioritas utama.

Setelah perdana menteri Alexis Tsipras bertemu kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, pemerintah Yunani mengajukan “Daftar Reformasi” kepada Eurogroup. Semua itu dilakukan dengan semangat memperkuat surplus anggaran melalui pemotongan dan swastanisasi.

Untuk membuktikan sikap tersebut, wakil perdana menteri Yannis Dragasakis menyatakan bahwa pemerintah akan menjual 67 persen sahamnya dari pelabuhan Piraeus. Penjualan tersebut melanggar janji untuk tidak menjual pelabuhan Piraeus yang diulangi Syriza ketika terpilih.

Perlawanan telah dilakukan terhadap penyesuaian Syriza. Serikat buruh pekerja pelabuhan sangat marah atas penjualan pelabuhan. Para pekerja di Media ERT dari Thessalonica datang ke Athena dengan kelompok lain, seperti buruh semen dari Chalkida, untuk menuntut pekerjaan mereka kembali. Koalisi kiri Antarsya yang anti-kapitalis mendukung perjuangan-perjuangan ini dan berargumentasi agar Yunani keluar dari euro dan membatalkan hutang.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa Syriza tidak memiliki mandat untuk keluar dari euro. Tetapi banyak suara yang sama juga mengatakan bahwa mengingkari janji-janji pemilu supaya Yunani tetap di euro adalah “kompromi yang masuk akal”.

Rupanya mengingkari janji tidak membutuhkan mandat khusus, tetapi memutuskan hubungan dengan para bankir Eropa adalah perspektif “manusia dunia ketiga dan nasionalis”.

Semua ini hanya menunjukkan bahwa jalan parlemen untuk perubahan hanyalah jalan satu arah menuju kompromi. Memenuhi semua tuntutan kaum buruh dan putus dari pemerasan UE berarti kaum kiri membutuhkan strategi revolusioner yang jauh dari kearifan parlemen kuno.

Artikel oleh Panos Garganas, diterjemahkan Vivian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here