Jujur Tentang Venezuela

Artikel ini diadaptasi dari tulisan Mike Gonzalez

Juli 2017

Setiap hari krisis politik dan ekonomi di Venezuala semakin kejam. Jumlah korban tewas meningkat tanpa henti dan petempuran jalanan yang ganas tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Pada 27 Juni, penjarah menghancurkan kota Maracay; mereka membakar toko-toko dan stasiun transportasi umum. Dua hari kemudian, Barquisimeto juga dijarah.

Media dunia mencemooh Presiden Nicolas Maduro, dan menunjukkan partai-partai sayap kanan yang telah meluncurkan kekerasan, sebagai pembela demokrasi.

Tapi, meski ada fasad kesatuan pemerintahan, ada perjuangan lain. Tapi tidak satu pun kelompok yang mendukung Maduro berjuang untuk melanjutkan proyek revolusioner atau untuk merekonstruksi gerakan massa.

Oposisi kanan juga terbagi menjadi faksi-faksi yang saling bersaing. Beberapa faksi tersebut mendukung dialog dengan Maduro, sementara yang lain mendukung pertempuran jalanan. Pemain utama di kanan termasuk keluarga terkaya dan paling kuat, yang pernah mengendalikan ekonomi sampai Chavez tiba. Mereka bertujuan tidak hanya untuk menyingkirkan Maduro tapi juga untuk menghancurkan Chavismo.

Seiring krisis ekonomi dan politik semakin dalam, jelas sekali bahwa baik pemerintah maupun oposisi tidak akan menawarkan solusi nyata. Sementara Maduro mengkhianati revolusi Chavista dengan menarik borjuasi dan menluncur mundur ke dalam neoliberalisme, pihak sayap kanan telah membawa tentara bayawan untuk mencoba mengganggu negara lebih jauh lagi.

Krisis

Kedalaman krisis economic Venezuela tidak bisa dilebih-lebihkan. Tingkat kemiskinan walaupun masih menurun hanya tiga tahun yang lalu, kini mengancam akan kembali ke tingkat pra-2012.

Inflasi kini di atas 700 persen dan nilai upah riil terus turun. Ada kekurangan obat-obatan yang paling dasar apalagi sumber daya untuk sistem kesehatan.

Mereka yang paling menderita dari krisis tersebut adalah orang yang sebelumnya paling mendukung proyek Bolivarian Chavez dan janjinya bahwa kekayaan minyak negara akan dipakai untuk program sosial di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan.

Tapi proyek ini sudah gagal. Saat ini, 95 persen pendapatan eksternal Venezuela berasal dari minyak, tidap seperti 20 tahun yang lalu ketika itu 67 persen. Sedangkan, PDB telah turun sebesar 18 persen karena produksi industri dan pertanian telah ambruk di banyak sektor. Cadangan negara turun menjadi 40 persen dari tingkat pada tahun 2012. Hampir 90 persen penduduk tidak mampu membali bahan pangan. Konsumpsi susu sudah turun 50 persen.

Dalam pemilihan Majelis Nasional pada bulan Desember 2015, kelompok kanan memenangkan hampir dua pertiga. Hasil ini tidak mencerminkan pergeseran ideologis yang besar. Sebaliknya, dua juta pemilih Chavista golput – sebuah pesan kepada pimpinan dan ekspresi rasa kecewa dari orang yang menunggu berjam-jam untuk membeli barang-barang dasar yang semakin mahal.

Jurang antara si kaya dan si miskin makin lebar. Tahun lalu, mantan menteri keuangan, Jorge Giordani, menerbitkan sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa 500 miliar dolar telah hilang dari kas negara. Berita tersebut mengkonfirmasi bahwa Chavismo telah memberikan kesempatan besar untuk korupsi karena birokrasi negara mengalihkan dana negara ke rekening bank swasta.

Para bos bank, birokrat negara, dinas bea cukai dan Garda Nasional semua mengambil potongan dan menjadi kaya.

Kaum borjuis komersial menimbun barang dan menaikkan harga sementara sektor industri dan keuangan mengirim modalnya ke luar negeri untuk menghancrkan ekonomi nasional.

Sebelum Chavez meninggal pada tahun 2013, dia menulis sebuah kata pengantar untuk rencana nasional 2013-19 yang mengakui bahwa negara belum berubah dan dia mengaju sebuah arahan baru. Tetapi, banyak orang yang berada di dalam birokrasi negara memanfaat dari korupsi sistemik.

Pembela Chavismo akan berpendapat bahwa penurunan harga minyak menyebabkan krisis ini, tapi ini tidak benar. Meskipun keuntungan dari minyak telah turun, ledakan sebelumnya seharusnya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menabung uang untuk mengatasi krisis pada saat ini.

Pemerintah mendasarkan anggaran atas penjualan minyak untuk 60 dolar per barel walaupun harganya sampai dua kali lipat harga tersebut. Kelebihan dihilangkan dalam sistem korup yang ditangani dan dipertahankan negara Chavista.

Keuntungan yang dibuat oleh kelas masyarakat miskin dan kelas buruh sudah hilang sementara kaum elit kapitalis mempertahankan kekayaan dan kekuasaan mereka.

Daripada memperbaiki krisis yang memburuk ini, pemerintah Maduro malah membolisasi kekuataannya untuk melindungi dirinya.

Revolusi Mundur

Selama krisis ini, tidak pernah pemerintah Maduro menawarkan respon koheren apa pun. Pemerintah sering mengganti menteri dan mengumumkan komisi yang tidak melakukan apapun.

Ada tiga tema dalam respons pemerintah: kebangkitan investasi asing di industry ekstraktif, meningkatkan militerasi pemerintah, dan transformasi Partai Sosialis Venezuela (PSUV) untuk menjadi alat kontrol politik.

Maduro pernah menyarankan satu solusi untuk mengatasi lubang besari dalam anggaran negara: mengembangkan Arco Minero, wilayah Amazon. Wilayah tersebut merupakan 12 persen wilayah nasional dan kaya dengan mineral, minyak dan gas. Selain itu, ini juga sumber air minum utama Venezuela.

Chavez sendiri menolak proposal pembangunan beberapa tahun yang lalu karena alasan lingkungan hidup dan karena mengakui hak masyarakat adat. Tapi, musim panas yang lalu Maduro mulai mengundang perusahaan multi nasional untuk mengajukan penawaran untuk izin.

Kita sudah bisa melihat dampak pada lingkungan hidup dari pembukaan wilayah tersebut kepada industri pertambangan – populasi yang digusir, tanah dan sungai teracuni, hutan dan ekologi dihancurkan.

Administrasi Maduro segera menempatkan wilayah Arco di bawah kontrol militer, menangguhkan hak konstitusional dan sudah mulai mengusir penduduk setelah pengumuman pemerintah. Militer sudah menjadi sektor borjuasi negara, dengan kontrol politik dan peran ekonomi. Bahkan sebelum perubahan baru-baru ini, lebih dari setengah posisi kabinet sudah dimiliki militer.

Maduro sudah mendekati militer dengan harapan militer bisa melindungi kekuataannya.

Pada saat yang sama, partai politiknya PSUV sudah menjadi alat kontrol politik. Ketika Chavez mengumumkan formasi PSUV pada tahun 2006, itu bagian dari rencananya untuk sosialisme abad ke-21. Partai tersebut seharusnya mewakili langkah maju ke depan untuk demokrasi partisipatif yang diabdikan dalam konstitusi baru Venezuela. Namun, apa yang muncul adalah struktur otoriter atas ke bawah yang mengendalikan perbedaan pendapat dan perdebatan sejak awal. Memang arsitek partai tersebut menggunakan model Partai Komunis Kuba.

Misalnya, saat krisis semakin dalam, pemerintah mengembangkan sebuah program untuk membawa paket makanan ke rumah-rumah miskin dengan harga resmi yang terjamin. Tapi, PSUV mengambil alih distribusi dan hanya akan memberikan makanan dengan imbalan kesetiaan politik.

Sejak saat itu, kartu patriotic telah dilaksanakan yang bisa didapat dari PSUV dan tanpa kartu tersebut orang tidak bisa mengakses layanan umum, pensiun, atau paspor. Singkatnya, ini adalah instrument represi politik.

Serangan dari Kanan

Segera setalah pemilu 2015, Maduro mengumumkan keadaan darurat dan menunda pemilu pemerintahan dan serikat buruh.

Majelis Nasional baru yang dipimpin Meja Bundar Demokratik (MUD) yang sayap kanan, tidak dapat menawarkan solusi untuk krisis ekonomi, kekurangan air dan listrik atau naiknya kejahatan. Apa pun kata politikus di depan umum, mereka hanya ingin mendapatkan kekuasaan dan menggulingkan Chavismo – sebuah proyek yang didukung Washington.

Pada tahun 2016, kelompok kanan meluncurkan sebuah referendum recall untuk menjatuhkan Maduro.

Chavez sendiri pernah menghadapi referendum semacam itu pada tahun 2004 dan menang. Setelah pemilu 2015, Maduro tidak lagi dapat bergantung pada dukungan rakyat, jadi da menggunakan banyak institusi public – seperti komisi pemillihan – untuk menghalangi inisiatif tersebut.

Maduro mencoba menghindari konstitusi Chavista. Dia mengklaim bawa perang ekonomi sedang dilakukan terhadap Venezuela.

Selama semua ini, MUD menyerukan protes-protes. Demonstrasi tersebut pada awal dipimpin oleh anggota kelas atas dan juga menarik banyak kelas menengah. Namun, ada partisipan juga yang bukan anggota sayap kanan, tapi adalah rakyat bahkan menagui dirinya sebagai pendukung Chavista yang pernah ikut demonstasi elit tersebut karena merasa frustrasi, marah dan putus asa.

Bahkan di beberapa daerah Chavista, seperti La Vega dan El Valle, telah terjadi demonstrasi dan penjarahan.

Sekarang Maduro meminta Majelis Konstitusi baru yang akan diadakan pada akhir Juli. Administrasi Maduro ingin memastikan bahwa perubahan apa pun yang dipilih pemerintah akan disetujui oleh majelis tersebut.

Apa rencana Maduro madih belum jelas, tetapi pasti akan ada izin untuk pertambangan di Arco Minero dan privatisasi PDSVA, BUMN minyak.

Ada kekuataan lain yang lebih jahat yang bertanggung jawab atas beberapa tindakan kekerasan yang telah dilaporkan. Preman yang memakai balaklava telah menembaki bantalan bola pada pria muda, pejalan kaki dan sopir.

Pada saat yang sama, pasukan keamanan negara, Garda Nasional pada khususnya, juga semakin terlibat dalam kekerasan tersebut.

Bebepara kelompok di kiri ingin tanggapan bersenjata, tapi hal tersebut hanya akan menghasilkan pihak militer untuk campur tangan. Gerakan massa yang pernah tumbuh dengan Chavez dan yang berjuang untuk membela visi dia sudah dilucuti secara politis dan sekarang merasa demoralisasi.

Dihadapkan dengan perusakan demokratis, demonisasi perbedaan pendapat, perbunuhan anggota serikat buruh dan pemimpin rakyat seperti Sabino Romero, erosi kepercayaan terhadap pemerintah dan meningkatnya kekerasan, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pendukung Chavista.

Ada orang di kiri yang memilih untuk menjadi diam atau mengabaikan realitas yang kompleks. Tapi kediaman tersebut adalah dukungan untuk kelas penguasa baru yang tersembunyi di balik bahasa sosialisme.

Para elit di sekitar Maduro telah membantu demobilisasi gerakan akar rumput yang membela Chavez pada tahun 2002-3.

Kaum kiri di luar Venezuela butuh melihat situasi dengan jujur dan mengakui apa yang salah. Sosialisme tidak bisa dibangun dari atas. Masyarakat yang benar-benar demokratis hanya bisa dibangun dari bawah berdasarkan kekuataan kaum buruh.

POST A COMMENT.

Let us know your comment isn't spam by answering this question * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.